Polewali Mandar ΓÇô Universitas Al Asyariah Mandar (UNASMAN) melalui Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Sistem Informasi (BIRO AKSI) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE) di Gedung MKRI UNASMAN, Kamis (21/5). Kegiatan ini menghadirkan Dr. Ahmad Al Yakin, S.Ag., M.Pd. sebagai narasumber yang memberikan penguatan terkait pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran di perguruan tinggi.
BIMTEK tersebut diikuti oleh dosen dari berbagai fakultas dan program studi di lingkungan UNASMAN. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas akademik sekaligus memperkuat implementasi kurikulum yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja, tuntutan akreditasi, dan perkembangan pendidikan tinggi.
Dalam paparannya, Dr. Ahmad Al Yakin menjelaskan bahwa pendekatan Outcome Based Education (OBE) menempatkan capaian lulusan sebagai fokus utama dalam seluruh proses pendidikan. Melalui pendekatan ini, proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga memastikan mahasiswa memiliki kompetensi yang terukur setelah menyelesaikan studinya.
ΓÇ£OBE menuntut setiap komponen pembelajaran dirancang secara terintegrasi untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan profil yang telah ditetapkan,ΓÇ¥ ujarnya.
Materi yang disampaikan meliputi penyusunan profil lulusan, perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), Sub-CPMK, penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), hingga evaluasi ketercapaian CPL. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai berbagai permasalahan yang sering ditemukan dalam dokumen kurikulum, seperti CPL yang belum terukur, keterkaitan mata kuliah dengan CPL yang belum optimal, serta asesmen pembelajaran yang belum sepenuhnya berbasis capaian.
Melalui kegiatan ini, para dosen diajak untuk menyusun dan merevisi profil lulusan agar lebih spesifik, relevan dengan kebutuhan pengguna lulusan, serta dapat diturunkan menjadi CPL yang terukur. Selain itu, peserta juga mempraktikkan penyusunan matriks CPLΓÇôMata Kuliah sebagai instrumen untuk memastikan setiap mata kuliah memberikan kontribusi terhadap pencapaian kompetensi lulusan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi, praktik penyusunan dokumen kurikulum, validasi sejawat, hingga simulasi pengembangan RPS berbasis OBE. Para peserta juga mempelajari berbagai metode pembelajaran yang mendukung implementasi OBE, di antaranya Case Method, Project-Based Learning, dan Collaborative Learning, yang dirancang untuk meningkatkan ketercapaian CPMK dan CPL mahasiswa.
Pada sesi penutup, narasumber menegaskan bahwa kurikulum berbasis OBE yang baik harus mampu menjawab tiga pertanyaan mendasar, yaitu apa yang harus mampu dilakukan oleh lulusan, bagaimana kompetensi tersebut dibentuk selama proses pembelajaran, dan bagaimana ketercapaiannya dapat dibuktikan melalui asesmen yang terukur.
Melalui pelaksanaan BIMTEK ini, BIRO AKSI UNASMAN berharap seluruh program studi semakin siap menyusun dan mengimplementasikan kurikulum berbasis Outcome Based Education secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan. Upaya ini menjadi langkah strategis dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan, penguatan akreditasi program studi, serta menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan mampu bersaing di era perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin dinamis.